Air Bersih Untuk Hidup Sehat
Hasil penelitian ESP tentang “Air, lingkungan hidup dan kesehatan” yang dilakukan di Pulau Sumatera dan Jawa pada bulan Mei-Juni 2006 menunjukkan bahwa masyarakat tidak melihat adanya keterkaitan yang kuat antara kualitas air dan kesehatan dirinya. Secara khusus hal ini ditunjukkan dari pemahaman mereka terhadap penyebab diare, salah satu penyakit yang menyebabkan meninggalnya 100,000 anak balita di Indonesia per tahun. Para responden melihat penyebab kejadian diare ini karena makanan, masuk angin, dan cuaca (hujan dan kemarau). Bahkan ada anggapan diare ini disebabkan karena pengaruh ilmu klenik (perdukunan).
Pemahaman ini menjadi titik balik bagaimana masyarakat melihat sebuah penyakit yang mengarah pada pencegahan. Diare adalah salah satu jenis penyakit yang ditularkan lewat air. Termasuk didalamnya adalah polio, flu burung, penyakit kulit, demam berdarah dan malaria. Ketika masyarakat menganggap diare disebabkan karena makanan dan lainnya, yang tak terkait dengan air, maka upaya pencegahan kejadian diare bisa salah kaprah. Kerentanan terhadap diare juga semakin tinggi terjadi pada kelompok masyarakat miskin. Wajar, jika penyakit yang mudah disembuhkan ini bisa menyumbang pada tingkat kematian di anak balita di Indonesia setelah infeksi saluran pernapasan (ISPA).
Diare adalah pembunuh anak balita kedua di Indonesia, maka upaya pencegahan dilakukan dengan berbagai cara. Diantaranya adalah :
- meningkatkan akses masyarakat kepada air bersih
- pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih baik untuk kebersihan lingkungan
- akses sanitasi yang lebih baik
- meningkatkan pengelolaan daerah aliran sungai, sebagai upaya untuk bisa menjamin suplai air yang berkualitas
- progam perubahan perilaku untuk mempromosikan perilaku hidup bersih, misalnya cuci tangan pakai sabun.
Upaya-upaya tersebut diatas dilakukan dengan menguatkan peran masyarakat sebagai aktor penyelenggara dengan didukung pemerintah sebagai fasilitatornya. Membangun jembatan yang menghubungkan kedua aktor penting ini menjadi sangat penting, mengingat keduanya memiliki ranah peran dan ruang lingkup sosial yang berbeda. Perubahan perilaku di tingkat individu menjadi penting karena mereka sebagai penerima manfaat sekaligus subyek sementara upaya peningkatan dukungan infrastruktur dan kebijakan menjadi dibutuhkan agar upaya penyelenggaraan program berjalan dengan baik mengarah pada satu tujuan.
Sasaran-sasaran kampanye:
- Menyebarkan pesan “perilaku hidup sehat” kepada para anggota masyarakat sekaligus meningkatkan partisipasi mereka dalam meningkatkan taraf kesehatan
- Meningkatkan pemahaman atas pengelolaan lingkungan hidup serta kesehatan masyarakat secara baik
- Meningkatkan hubungan dengan para jurnalis, media local dan pembuat kebijakan
Sasaran komunikasi
- Jurnalis lokal dan nasional;
- Media lokal;
- Pembuat kebijakan;
- Pria dan wanita, di atas 15 tahun, semua tingkatan pendidikan di wilayah kerja ESP.
- Masyarakat yang lebih luas.
Strategi
Hal ini dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:
- Menciptakan publisitas terhadap program ESP secara kredibel dan konsisten yang ditargetkan pada media-media utama.
- Kampanye isu dilaksanakan dengan memecah tema kampanye menjadi 4 sub tema untuk membantu memfokuskan pesan. Satu fokus pesan akan disajikan di tiap periode kampanye ESP, yang selalui disertai enam elemen pesan yang tak terpisahkan.
- Pesan media disajikan dengan mengulas hubungan tentang kualitas air dan kesehatan dari enam angle cerita, sesuai dengan enam elemen isu utama program ESP.
- Melibatkan berbagai lapisan pemegang kebijakan dan tokoh masyarakat tentang berbagai isu terkait. Upaya ini bisa dilakukan bersama dengan technical komponen, dengan menyajikan fakta terkait isu.
- Mengidentifikasi ‘spokes people’ dengan kapasitas advokasi yang baik agar mampu menyampaikan pesan-pesan kampanye ke media, dari tingkat masyarakat, tokoh masyarakat, dan pemegang kebijakan.
- Menyusun fact sheet yang menyampaikan fakta isu-isu terkait, hasil riset ESP, ‘succes story’ dari kegiatan ESP.
- Mendorong peran partner kegiatan dan komunitas untuk berperan dalam kampanye ini sehingga tercipta penyuaraan isu dari komunitas yang mendukung keseluruhan kampanye MMC.
- Mendukung penggalangan dukungan pihak swasta terhadap program ESP dengan menciptakan pemahaman lebih baik tentang isu program ESP dan peran yang bisa dilakukan bagikepentingan masyarakat.
Perangkat-Perangkat Komunikasi:
- Lembar fakta, siaran pers, foto-foto;
- Pembicara kunci yang kredibel;
- Presentasi;
- Contoh wilayah yang mengalami masalah (di hulu, wilayah tengah dan hilir);
- Acara bincang-bincang;
- Pengumuman layanan masyarakat, sisipan, dokumenter;
- Bahan-bahan promosi.
MATERI TERKAIT KOMUNIKASI STRATEGIS