Air untuk Kehidupan

Pada September 2005, ESP meluncurkan Kampanye Multi Media (MMC – Multi Media Campaign) dengan tema “Air untuk Kehidupan” di lokasi-lokasi proyek ESP. Kampanye tersebut diadaptasikan ke konteks lokal dan cita rasa lokal.

“Air untuk Kehidupan” adalah sebuah tema yang dipandang sebagai titik masuk yang baik bagi para jurnalis mengingat upaya ESP untuk memaparkan berbagai persoalan lingkungan hidup dan kesehatan kepada masyarakat.

Tema ini menyediakan keterkaitan antara “wilayah-wilayah hulu dan hilir” dalam hal persoalan lingkungan hidup dan kesehatan, dengan isi yang bersifat global maupun lokal.

Sejumlah titik masuk didasarkan pada 10 prinsip pengelolaan air yang disepakati oleh negara-negara berkembang sebagai berikut ini: Air merupakan milik semua umat manusia di bumi. Manusia bertindak sebagai pengambil keputusan untuk melestarikan air, karena mereka juga memiliki kekuatan untuk menghancurkan sumber daya-sumber daya air.

  • Setiap manusia memiliki hak untuk mendapat air di mana pun dan kapan pun.
  • Air harus dipergunakan secara ekonomis. Masing-masing negara yang kurang berkembang dan sedang berkembang harus memiliki cara-cara inovatif dalam penggunaan air secara ekonomis demi melestarikan air bagi masa depan.
  • Sediakan solusi untuk mengolah air yang terpolusi. Negara-negara harus mengolah air yang terpolusi dan menghentikan perusakan lahan untuk melestarikan air.
  • Memperkuat dan melestarikan cadangan air di mata air alamiah.
  • Masyarakat memiliki hak atas air dan pemerintah yang mengelolanya. Ini berarti bahwa air tak dapat diprivatisasikan untuk tujuan komersial apapun. Air juga tak dapat diekspor dalam jumlah besar untuk tujuan komersial.
  • Hak untuk memperoleh akses atas air. Setiap dan masing-masing manusia memiliki hak untuk memperoleh akses terhadap air bersih.
  • Skema manajemen air yang terbaik adalah dengan melibatkan anggota masyarakat. Sekalipun ada sektor swasta dan mereka membantu pemerintah, yang paling baik adalah untuk mendapatkan keterlibatan lembaga masyarakat dalam pelestarian sumber daya air.
  • Masyarakat harus bertindak sebagai mitra pemerintah dalam hal penyediaan air. Ini adalah prinsip dasar dari pengelolaan air di masa depan. Sementara itu, masyarakat yang bertindak selaku mitra pemerintah perlu diberi motivasi untuk memecahkan segala masalah yang ada dan mendukung perubahan-perubahan dalam kebijakan baru. Proses ini harus melibatkan masyarakat, dalam hal ini masyarakat pekerja dan lainnya.
  • Kebijakan ekonomi global harus mendukung ketersediaan air. Pertumbuhan dan perluasan perdagangan internasional secara tak terbatas dalam globalisasi ekonomi adalah sebuah situasi yang saat ini bersifat kontra produktif terhadap solusi memecahkan ancaman terhadap sumber daya air.

Semua informasi di atas diterjemahkan ke dalam konteks lokal dan dipaparkan dalam berbagai cara sebagai bahan bagi para jurnalis. Masing-masing kampanye meliputi sebuah proses tujuh langkah yang antara lain termasuk penyusunan dan distribusi kit-media; pertemuan media; kunjungan lapang jurnalis ke lokasi kisah lokal; acara bincang di radio dengan panduan wawancara; kegiatan-kegiatan masyarakat dan berbasis sekolah; kontak secara teratur dengan para jurnalis untuk mendorong diangkatnya persoalan-persoalan yang dikampanyekan; dan gagasan-gagasan untuk kegiatan-kegiatan tambahan dengan televisi dan sumber daya media lainnya. Pemantauan dan evaluasi dijalankan sepanjang dan setelah masing-masing kampanye untuk mempertajam pesan dan lebih memastikan dampak yang diperoleh.

Sebelum pelaksanaan kampanye, para anggota tim POC melakukan persiapan pelaksanaan pertama kampanye. Persiapan ini meliputi mengidentifikasi mitra kerja lokal serta membentuk kerja sama dengan para mitra kerja lokal di masing-masing wilayah, memilih media untuk tujuan kampanye media, dan menyusun konsep lokal untuk masing-masing kegiatan bagi masing-masing wilayah.

Sasaran-sasaran kampanye adalah: Untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya air bagi kehidupan manusia, baik di kalangan pembuat kebijakan maupun masyarakat umum.

Untuk mengembangkan hubungan dengan jurnalis lokal dan media lokal.

Sasaran komunikasi:
Pembuat kebijakan; jurnalis lokal; media lokal; masyarakat umum.

Pesan utama:
Keterkaitan antara manusia dan air
Tingkat kebutuhan air bersih melampaui pasokan air, sehingga menimbulkan konflik.

Liputan media total:
113 liputan berita, 13 acara bincang radio/TV/acara serbaneka, pada 52 media lokal, regional dan nasional.

pixelstats trackingpixel