Pasokan Air Berbasis Masyarakat

Diperkirakan 50 juta rakyat miskin perkotaan di Indonesia masih belum memiliki sambungan terhadap jaringan pipa air bersih, di mana 6 juta dari mereka harus membeli air yang mereka butuhkan dari para pedagang dengan harga yang jauh di atas harga perusahaan daerah air minum. Kurangnya akses terhadap air bersih pada masyarakat miskin ini memiliki dampak kesehatan yang serius, dan mengakibatkan tingginya kejadian penyakit-penyakit yang ditularkan melalui air.

Ada berbagai hambatan yang membuat perusahaan-perusahaan daerah air minum enggan untuk menyediakan akses jaringan pipa air kepada masyarakat miskin, termasuk persoalan kepemilikan tanah, tidak adanya pendapatan tetap, tidak adanya peraturan yang mengharuskan layanan yang setara, dan tarif yang terlalu rendah yang ditetapkan bagi masyarakat miskin.

ESP ingin untuk mengidentifikasi pemain-pemain kunci, seperti LSM-LSM, yang dapat bertindak selaku penengah-penengah bagi pengembangan perjanjian-perjanjian masyarakat untuk memastikan akses terhadap air (baik dari sumber sendiri maupun dari perusahaan daerah air minum) melalui sistem air berbasis masyarakat yang lebih andal.
Bekerja dengan LSM-LSM melalui skema Hibah Kecil.

pixelstats trackingpixel

SEARCH