Rancangan Berwawasan Lingkungan

Rancangan Berwawasan Lingkungan (RBL) adalah rancangan dan implementasi kegiatan dan proyek-proyek yang mengupayakan agar dampak lingkungan yang berkaitan dengan memenuhi sasaran pembangunan tertentu bisa dijaga pada tingkat praktis yang seminimal mungkin. RBL menetapkan bahwa setiap alternatif perlu dipertimbangkan, dan dampak-dampak lingkungan yang berkaitan dengan masing-masing pilihan turut mendapat pembobotan di samping juga kriteria-kriteria teknis, ekonomi, dan sosial. Setelah cara yang diambil dipilih, ESD juga mengambil pendekatan berbasis pencegahan untuk perincian-perincian dari rancangan proyek tersebut. Terakhir, jika dampak lingkungan tidak dapat sepenuhnya dicegah atau diminimalkan melalui pilihan-pilihan rancangan, RBL menetapkah agar dampak-dampak tersebut diatasi selama operasional proyek, atau dipulihkan kondisinya setelah proyek selesai (diambil dari Pedoman Lingkungan USAID di http://ane-environment.net/index.htm).

Rancangan dan Implementasi yang Berwawasan Lingkungan dapat memberikan kontribusi langsung dan penting bagi upaya-upaya pembangunan kembali di Aceh. Laju pembangunan kembali yang cepat di Aceh memiliki potensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Tingginya permintaan atas bahan-bahan konstruksi, misalnya, telah mengancam hutan-hutan dan terumbu karang. “Membangun Kembali Lebih Baik,” semboyan dari BRR (Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi untuk Aceh dan Nias), harus mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan rancangan yang tidak hanya memungkinkan untuk menjalani kehidupan tetapi juga menjalani hidup dengan kualitas yang dapat diterima.

Ada tekanan yang amat besar untuk membuat kemajuan-kemajuan yang tampak nyata atas pembangunan infrastruktur di Aceh. ESP membantu dengan berbagai cara. ESP di Aceh membantu kelompok-kelompok masyarakat, BRR, LSM-LSM dan lembaga-lembaga donor dengan cara mendukung saling berbagi informasi, membantu dalam kegiatan perencanaan tata ruang, dan menjalankan penelitian-penelitian tertentu. Pendekatan-pendekatan untuk melakukan berbagi informasi antara lain melalu lokakarya, menyediakan dokumentasi dan data bagi jaringan-jaringan yang telah ada seperti United Nations Information Management Service (UNIMS) dan lain-lain, dan bertindak sebagai lembaga kliring informasi bagi persoalan-persoalan rancangan dan implementasi berwawasan lingkungan. ESP memberikan kontribusi terhadap rancangan tata ruang, misalnya melalui kegiatan pemetaan partisipatoris, yang melibatkan masyarakat, pemerintah setempat dan LSM-LSM. Penelitian-penelitian terencana spesifik antara lain meliputi penilaian mengenai pembabatan hutan ilegal (termasuk Inisiatif Kayu untuk Aceh) dan sebuah penilaian mengenai sumur-sumur dan tangki septik di Banda Aceh.

ESP menyediakan dukungan teknis praktis berbasis lapangan untuk memecahkan masalah-masalah dan mencapai solusi-solusi pembangunan yang lebih lestari. Dalam menjalankan pekerjaannya, ESP secara aktif mencari mitra-mitra di lapangan, mempelajari tujuan-tujuan dan hambatan-hambatan mereka, mengidentifikasi dan menyusun prioritas peluang-peluang untuk memberikan bantuan teknis, dan memberikan bantuan ini pada saat yang tepat. Rancangan berwawasan lingkungan, secara ringkas, merupakan sebuah bagian tak terpisahkan dari proses perancangan dan implementasi di ESP. Hal ini bukan sekedar persyaratan administratif.

pixelstats trackingpixel

SEARCH