Who says that teenagers only like to hang out and enjoy themselves? The young people of Gampong Nusa, Aceh, joined together in the teen organization Komunitas Al-Hayah have proven that they can do something for the environment they live in.
Read more »
The construction of a water facility has tested the solidarity and camaraderie of Keutapang people. The results are really something to be proud of.
Read more »
The initial training which was attended by 20 people only, managed to spark entrepreneurship spirit in Aceh Jaya, in addition to cleaner environment and increased income.
Read more »
With his strong sense of social solidarity and leadership qualities, Ishak has counseled the residents of Kuala Meurisi (Aceh) and motivated them to improve their prosperity and reinvigorate their coastal environment.
Read more »
The people of Meureubo no longer have to travel a long way just to pay their water bills. A water customer’s forum has been established to provide ways to achieve better and more efficient water service.
Read more »
Sebuah program pionir di Aceh menunjukkan dengan kegiatan pemberdayaan yang baik, kaum perempuan memiliki potensi dan kontribusi yang besar dalam proses pembangunan.
Read more »
Aceh. Isniar, 42 tahun, adalah warga Dusun Jabi, Desa Lhok Timon, Aceh Jaya, yang turut menjadi korban bencana tsunami 2004. Salah satu cara pemilik kedai kopi ini untuk bangkit dari keterpurukan adalah memanfaatkan sampah plastik menjadi produk-produk yang berguna seperti hiasan rumah dan tas dari bungkus kopi.
Pengetahuan ibu empat anak ini tentang pemanfaatan sampah semakin bertambah setelah mengikuti pelatiahn yang diadakan ESP dan Oxfam awal Desember 2007 dan studi banding ke wilayah kerja ESP Jawa Barat di Bandung.
Melihat minat dan ketekunan yang luar biasa dari diri Ibu Isniar, dia terpilih menjadi fasilitator desa yang akan memfasilitasi desa-desa lain di Aceh Jaya untuk kegiatan persampahan. Di Dusun Jabi sendiri kegiatan membuat kerajinan dari sampah plastic rutin dilakukan setiap hari Minggu selama 4 jam.
Jadwal Isniar lumayan padat, Dia baru saja selesai membantu ibu-ibu PKK, peserta Sekolah Lapangan dan guru- guru di Kecamatan Lhoong Aceh Besar belajar mengolah sampah selama 2 hari. Selanjutnya, dia akan melatih ibu-ibu lain di Kecamatan Meurubo Aceh.
Sesibuk apa pun dia, Isniar tak pernah lelah dan bosan menyemanagti peserta pelatihan lainnya. “Ayo kita jadikan sampah penghasilan tambahan kita,” katanya.
Agus Elia Nova, ESP-NAD
Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Nanggroe Aceh Darusalam, didukung sejumlah lembaga dan organisasi termasuk ESP, mengikuti pameran Pekan Lingkungan Indonesia antara 4-8 Juni 2008 di Jakarta.
Dengan tema “Menuju Aceh Clean & Green”, stan Bapedalda Aceh menghadirkan sejumlah hasil kegiatan perlindungan dan perbaikan lingkungan hidup selama satu tahun terakhir. “Tsunami tidak hanya menelan korban manusia, tapi juga menghasilkan sampah yang volumenya luar biasa. Kami ingin menunjukkan masyarakat Aceh kini sudah ada yang bisa mengolah sampah itu menjadi sesuatu yang bermanfaat,” kata Sri Ratna Juwita, staf Bapepalda Aceh.
Kalau Anda ingin tahu cara membuat tas, dompet, tempat ponsel bahkan topi dari sampah plastik, datang dan saksikan demonstrasi pengolahan sampah oleh kader kebersihan Desa Nusa tanggal 6-8 Juni pukul 15.00-17.00 di stan Aceh pada “Pekan Lingkungan Indonesia”.
Download dalam PDF Format
Brosur Low (400 KB) | High (1.6 MB)
Poster Low (1,9 MB)| High (5 MB)
One of the largest municipal water companies in Nanggroe Aceh Darussalam has made a breakthrough toward improving the performance and quality of its human resources
Through the Field School, the residents of Jantho Lama Village are learning to value and use nature to improve their incomes
Tragedi tsunami boleh saja merenggut semua yang mereka cintai, tapi semangat hidup yang mereka miliki menjadi modal besar untuk bangkit kembali
The catastrophe may have washed away everything they have and love, yet their spirit remains the most valuable thing they have to bounce back with.
Demi meningkatkan pelayanan di masa depan, perusahaan air ini mendengarkan apa yang dikatakan pelanggan. Hasilnya mungkin pahit, tapi yang penting perbaikannya
Keanekaragaman hayati wilayah Alur Mancang sungguh menakjubkan. FAMS tak sabar menjadikannya tempat menimba ilmu bagi semua orang
Sejak tsunami, semua berubah di Kuala Meurisi. Tapi warga di sana sadar harus berbuat sesuatu untuk masa depan yang lebih cerah
Laporan ini berisi “Detailed Engineering Design” dari sarana air dan sanitasi untuk puskesmas di tingkat desa dan dusun, termasuk rencana kerja dan syarat-syarat pekerjaan (RKS) untuk kontraktor yang membangun sarana tersebut.
Dokumen ini adalah laporan kegiatan “Kajian Penghidupan Berkelanjutan” di Desa Kuala Meurisi, Kecamatan Krueng Sabee di Kabupaten Aceh Jaya, Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Kajian tersebut melingkupi hal-hal seputar modal fisik, manusia dan alam, sosial serta modal finansial.
Sebuah kunjungan dari maskot program pride ke sekolah-sekolah dasar di aceh Singkil diharapkan mampu menyelamatkan orangutan dan habitatnya dari kepunahan
Burung bernyanyi kebanggaan orang Aceh kini juga berperan sebagai agen perubahan dalam Kampanye Bangga Melestarikan Alam yang diselenggarakan oleh Rare, ESP dan Yayasan PeNA (Peduli Nanggroe Aceh)
Banda Aceh. Wilayah pedesaan dan kota kecil di Aceh mengalami masalah kurangnya infrastruktur untuk menangani limbah tinja dari septic tank. Peralatan sederhana untuk memindahkan lumpur tinja yang dapat dipakai dan dipelihara di desa (VLOM, village level operated and maintained), serta proses penanganan limbah yang sesuai dengan kondisi pedesaan, akan menjadi sumbangan penting bagi terwujudnya kondisi sanitasi yang lebih baik di Aceh. Read more »
Banda Aceh. Mata Mursiem berbinar ketika dia mengatakan, ”Penantian 15 tahun warga Sukadamai akhirnya selesai.” Bagi wanita berumur 45 tahun ini – dan warga Desa Sukadamai, Kecamatan Lembah Seulawah, Naggroe Aceh Darussalam (NAD) lainnya, minum kopi agar terjaga saat berada di antrean panjang untuk mengambil air adalah bagian yang tak terpisahkan dari rutinitas mereka setiap hari. Read more »
Banda Aceh. Tanggal 1 Maret 2007 lalu ada pemandangan berbeda di kantor Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam. Dinding-dinding kantor dihias aneka tabel, peta dan diagram analisis yang ditulis rapi dengan tangan. Read more »
Laporan ini merekam proses pelatihan inti dari Sekolah Lapangan Manajemen Daerah Aliran Sungai ESP. Proses diawali dari diskusi kurikulum, disain pelatihan dan persiapan program pelatihan. Lalu, dokumen ini juga mencakup pelaksanaan pelatihan melalui kurikulum inti dan tambahan, diikuti oleh diskusi kegiatan tambahan. Laporan ini dalam Bahasa Indonesia dengan rangkuman dalam Bahasa Inggris.
Laporan ini ditulis atas dasar konsep yang telah dikembangkan pada scoping study 2005. Hasil pengembangan konsep tersebut disajikan dalam laporan ini: Konsep 2: Manajemen Kualitas Air – Program Evaluasi Hidrokimia. Premis dari konsep ini adalah mengembangkan model pengukuran parameter kimia lengkap dari sungai utama Krueng Aceh. Laporan ini berisi disain, metode dan hasil studi. Laporan dan abstrak tersedia dalam Bahasa Inggris.
Rencana aksi ini dikembangkan untuk memberikan rekomendasi kepada pelaksanaan manajemen sampah yang efektif di Nanggroe Aceh Darussalam dan di lokasi kerja ESP lain agar ESP-USAID dapat turut berperan. Laporan ini hanya tersedia dalam Bahasa Inggris.
USAID telah menetapkan Propinsi NAD sebagai daerah khusus karena adanya kebutuhan akan penanganan jasa lingkungan akibat terjadinya tsunami pada 26 Desember 2004. USAID menginginkan agar ESP dapat memberikan informasi seputar peluang dan hambatan pelaksanaan program ESP di NAD. Laporan ini tersedia dalam Bahasa Inggris, disertai abstrak.
Banda Aceh. Bencana tsunami Desember 2004 seolah menghentikan putaran waktu di desa pantai Glee Bruek, Kabupaten Lhoong, Kecamatan Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Tanah menjadi kering kerontang, pohon-pohon meranggas dan sarana-sarana umum seperti jembatan, jalanan, saluran drainase dan sistem air pipa hancur berantakan. Yang lebih mengerikan, sekitar dua pertiga populasi desa yang berjumlah 1.500 orang tewas akibat tsunami. Hanya 400 orang selamat dari tragedi tersebut. Read more »
Banda Aceh. Asnawi, 37, adalah penduduk Desa Jruek Balee, Kabupaten Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), yang bekerja sebagai tukang pasang keramik di desanya. Satu hari di bulan Juni 2006, tamatan SMA ini mengikuti pelatihan metode pertanian alternatif SRI (System of Rice Intensification) dan pembuatan kompos di Wadah Belajar Petani Deliserdang, di Desa Sidodadi, Sumatra Utara. Ketekunan dan kerja keras Asnawi, membuat ESP mengundangnya untuk mengikuti pelatihan propagasi tanaman di Penangkar Bibit Tani Mas, Tanjung Morawa, Medan. Read more »
Meulaboh. Sebagai penyedia utama air bersih melalui jaringan pipa di Indonesia, PDAM adalah salah satu mitra penting USAID/ESP dalam upaya memperbaiki akses air bersih bagi masyarakat kurang mampu. Sebagai sebuah perusahaan, PDAM terus berupaya meningkatkan kinerjanya agar para pelanggan puas dan membayar tagihan secara rutin. Read more »
Banda Aceh. “Setelah musnah diamuk tsunami, Babah Ngom sekarang berubah menjadi lebih baik. Rumah-rumah hampir selesai dibangun, tanaman pun mulai tumbuh. Dusun kami tidak segersang dulu. Pohon yang kami tanam bersama USAID/ESP di sepanjang pantai mulai meninggi.” Kalianda atau akrab disapa Ngoh Kali lancar bercerita tentang kondisi dusunnya. Read more »
Dokumen ini berisi hasil kegiatan Pemetaan Topografi Partisipatif di Blang Lambaro, Jantho Baru, Jruek Balee. Tujuan kegiatan ini adalah agar masyarakat mengenal dan mengetahui cara mengoperasikan alat pengukuran dan paham metode dan cara penghitungan pengukuran. Laporan ini tersedia dalam bahasa Indonesia dengan abstrak dalam bahasa Inggris.
Jantho. Masyarakat di Saree dan Jantho, Aceh Besar, berbudaya agrikultur. Sebagian membuat keripik singkong guna mendapatkan penghasilan. Sebagian lain pergi berburu, menebang pohon atau mengalihkan hutan menjadi lahan pertanian. Tanpa disadari mereka telah melakukan kegiatan yang dapat mengancam kelestarian hutan tempat mereka bergantung. Read more »
Dokumen ini berisi persiapan Detailed Engineering Design (DED) untuk pembangunan fasilitas air dan sanitasi dari lima unit Puskesmas. Dokumen DED ini merinci tentang sistem suplai air, sistem sanitasi, drainase lokal, serta sarana medis dan sampah.
Banda Aceh. Setelah beberapa bulan masa persiapan, ESP Aceh bekerja sama dengan Kelompok Lageun Indah (sebuah LSM lokal) berhasil melakukan rehabilitasi pantai Sawang di bulan September.
Read more »
Laporan survai awal ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan di lapangan terkait dengan kondisi DAS Krueng Aceh yang tengah mengalami proses degradasi kualitas sumber daya air. Laporan juga memuat data awal aktivitas-aktivitas penyebab kerusakan lingkungan DAS serta peta titik rawan kerusakan DAS. Laporan tersedia dalam bahasa Indonesia dan abstrak dalam bahasa Inggris.
Dokumen ini berisi prosiding diskusi kelompok terarah dari kegiatan rehabilitasi daerah pantai berbasis masyarakat di Desa Sawang (Lageun), Kecamatan Setya Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, NAD. Laporan ini tersedia dalam Bahasa Indonesia, tanpa abstrak dan ringkasan dalam Bahasa Inggris.
Dokumen ini berisi prosiding diskusi kelompok terarah dari kegiatan rehabilitasi daerah pantai berbasis masyarakat di Desa Lam Seunia, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, NAD. Laporan ini tersedia dalam Bahasa Indonesia, tanpa abstrak dan ringkasan dalam Bahasa Inggris.
Dokumen ini berisi prosiding diskusi kelompok terarah dari kegiatan rehabilitasi daerah pantai berbasis masyarakat di Dusun Kuala Meurisi, Desa Keutapang, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, NAD. Laporan ini tersedia dalam Bahasa Indonesia, tanpa abstrak dan ringkasan dalam Bahasa Inggris.
Dokumen ini bersisi prosiding diskusi kelompok terarah dari kegiatan rehabilitasi daerah pantai berbasis masyarakat di Desa Keude Krueng Sabee, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, NAD. Laporan ini tersedia dalam Bahasa Indonesia, tanpa abstrak dan ringkasan dalam Bahasa Inggris.
Dokumen ini adalah laporan dari kegiatan “Kajian Penghidupan Berkelanjutan” di Desa Sawang, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya. Kajian ini mencakup modal fisik, modal manusia dan alam, modal sosial dan modal finansial di desa tersebut. Laporan ini tersedia dalam Bahasa Indonesia, tanpa abstrak dan ringkasan dalam Bahasa Inggris.
Ini adalah laporan tentang kegiatan lanjutan dari pelatihan inti tentang kajian penghidupan berkelanjutan yang telah dilaksanakan pada 2005. Tim Penyediaan Jasa Lingkungan ESP melakukan tindak lanjut berupa pelaksanaan kegiatan seputar sarana air bersih dan saluran drainase air limbah. Laporan ini tersedia dalam Bahasa Indonesia, tanpa abstrak dan ringkasan dalam Bahasa Inggris.
Dokumen ini berisi laporan kegiatan “Kajian Penghidupan Berkelanjutan” di Desa Keudee Krueng Sabee, Kecamatan Krueng Sabee di Kabupaten Aceh Jaya. Kajian ini melingkupi modal fisik, modal manusia dan alam, modal sosial dan modal finansial di desa tersebut. Laporan ini tersedia dalam Bahasa Indonesia, tanpa abstrak dan ringkasan dalam Bahasa Inggris.
Dokumen ini berisi laporan kegiatan “Kajian Penghidupan Berkelanjutan” di Desa Jantho Baru, Kabupaten Aceh Besar. Kajian ini melingkupi modal fisik, modal manusia dan alam, modal sosial dan modal finansial di desa tersebut. Laporan ini tersedia dalam Bahasa Indonesia, tanpa abstrak dan ringkasan dalam Bahasa Inggris.
Dokumen ini berisi laporan kegiatan “Kajian Penghidupan Berkelanjutan” di Desa Gampong Jrueng Balee di Kabupaten Aceh Besar. Kajian ini melingkupi modal fisik, modal manusia dan alam, modal sosial dan modal finansial di desa tersebut. Laporan ini tersedia dalam Bahasa Indonesia, tanpa abstrak dan ringkasan dalam Bahasa Inggris.
Tujuan dari studi ini adalah untuk membuat sebuah konsep yang sejalan dengan program-program ESP yang sedang berlangsung di Aceh untuk bidang pengelolaan Daerah Aliran Sungai, penyediaan layanan dan dukungan pembiayaan alternatif untuk pembangunan kapasitas pihak pengelola air, pengembangan sistem informasi, pelatihan dan lingkungan hidup. Laporan ini tersedia dalam versi bahasa Inggris.
Banda Aceh. Saat ini tim Watershed Management/WSM (Pengelolaan Daerah Aliran Sungai/DAS) Aceh bergerak ke daerah hulu. Sebelumnya, ESP telah berhasil membangun lahan pembibitan berbasis masyarakat (community nursery) di Sawang, Krueng Sabee DAS Geupu yang terletak di pantai barat Aceh.
Read more »
Banda Aceh. Bencana tsunami selain membekaskan kehancuran fasilitas fisik juga mengakibatkan hilangnya tenaga profesional di berbagai bidang. Hilangnya beberapa tenaga kunci tersebut telah membuat kegiatan operasional PDAM terganggu. Staf PDAM yang selamat pun tidak luput dari beban psikologis yang berdampak pada penurunan produktivitas.
Read more »