Sebuah program pionir di Aceh menunjukkan dengan kegiatan pemberdayaan yang baik, kaum perempuan memiliki potensi dan kontribusi yang besar dalam proses pembangunan.
Banda Aceh. Bulan November 2007 ESP mulai melakukan pendampingan kepada masyarakat Desa Nusa, Kecamatan Lhoknga, Aceh dalam hal pengelolaan limbah domestik dan limbah padat rumah tangga yang berbasis masyarakat. Dalam kegiatan yang berlangsung sampai saat ini, masyarakat Nusa diajak mengelola sampahnya menjadi produk bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi tambahan.
Kegiatan daur ulang sampah ini adalah yang pertama kali diadakan di Aceh. Sebelum pelatihan dimulai, dua orang warga Nusa menjalani pelatihan instruktur kegiatan daur ulang di Calang, dipandu staf dan kader sampah ESP Jawa Barat.
Langkah awal pelatihan adalah adalah kegiatan memisahkan sampah kering dan sampah basah. Selanjutnya sampah kering seperti bungkus minuman ringan seperti kopi, susu dan mi instan dibersihkan dan dirangkai menjadi tas dan dompet cantik. Bahkan sedotan dan kantong kresek bekas pun bisa disulap menjadi taplak meja atau bunga hias.
Pada akhir April lalu, pelatihan membuat kompos dimulai. Menggunakan metode takakura yang mudah dipraktikkan, sampah basah seperti sayuran dan buah-buahan busuk dipilah kemudian dicacah kecil-kecil, selanjutnya diaduk dengan kompos yang sudah jadi di dalam keranjang sampah yang disebut “keranjang ajaib” takakura. Dalam waktu satu bulan, sampah tadi akan berubah menjadi pupuk organik yang bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman.
Kegiatan pelatihan ini diikuti 110 perempuan yang berkumpul seminggu sekali mengolah sampah rumah tangga menjadi barang yang bernilai jual.
Dalam waktu enam bulan, masyarakat mulai merasakan manfaat dari kegiatan pengolahan sampah bersama ini. Selain desa menjadi lebih bersih, sampah rumah tangga pun tidak terbuang percuma. Hasil kerajinan dari sampah plastik pun sudah menghasilkan pemasukan satu juta rupiah untuk para pengrajinnya. Sebuah toko souvenir bernama Kampung Aceh Handicraft di Desa Lambu bahkan siap menampung hasil kerajinan sampah plastik dari Nusa ini.
Hasil pengolahan sampah di Desa Nusa adalah bukti nyata bahwa dengan kegiatan pemberdayaan yang baik, kaum perempuan memiliki potensi dan kontribusi yang besar dalam proses pembangunan.
Agus Elia Nova & Maya Melliani, ESP-NAD